\\Buku 1 : Kisah Musim Dingin\Bagian 7\part2

Mereka melewati hari dengan terus berjalan memasuki hutan El’Asa. Hingga malam yang semakin melarut. Hino, Roland, dan ketiga pengawalnya mulai bersiap untuk bermalam. Suasana malam di dalam hutan cukup membuat orang bergidik. Juga mengingat rumor hutan El’Asa memiliki banyak sekali misteri didalamnya. Mulai dari hewan-hewan buas yang tak pernah keluar dari dalam hutan, atau tentang banyaknya roh-roh yang tak membiarkan orang untuk keluar dari dalam hutan setelah mereka memasukinya, dan juga yang paling terkenal, tentang para Aeron yang menghuni dalam El’Asa ini. Bulan pucat sempurna membuat penerangan alami disekitar mereka sebelum akhirnya digantikan oleh cahaya jingga api unggun.
“Kau belum tidur?” tanya Roland yang terlihat keluar dari tenda, kepada Hino. Tampak Hino duduk sendiri didepan api unggun.
“Aku belum bisa tidur” jawab Hino.
“Apa yang membuatmu tidak bisa tidur?” Continue reading

\\Buku 1 : Kisah Musim Dingin\Bagian 7\part1

Bagian 7

_Pengejaran

 

 

Hino tersadar dalam sebuah tenda. Diatas alas kulit hewan yang berbulu lembut. Berselimut dan nyaman. Ia mencoba untuk bangun. Kepalanya masih pening. Rusuk kirinya masih terasa nyeri. Ia menatap berkeliling.

“Pasti aku berada dalam tenda orang-orang Azzure” pikirnya. Tampak pula cahaya terlihat menerobos dari sela-sela kain tenda. “Apa kemarin aku pingsan lagi?” tapi yang jelas Hino sadar bahwa kemarin dia mengalami Nirjiwa. Terdengar mustahil, melihat sudah berapa lama ia menlakukan sihir pengikat dan sudah seberapa banyak Anima yang telah diikatnya. Karena Nirjiwa biasa dialami oleh para Summoner pemula yang masih belum mampu benar menaklukan Animanya. Tak bisa dipercaya ia mengalaminya kini, padahal ia tak pernah mengalaminya saat ia masih seorang pemula. Ia dengan segera memeriksa pundak kirinya. Terlihat sebuah tato baru disana. Seperti sulur berduri yang tergambar rumit. Ikatannya dengan Bewulf sang srigala kelabu itu telah kembali. Kemudian Hino kembali teringat gadis yang ada dalam alam Animanya kemarin. Segera ia berdiri dan berlari keluar untuk meminta penjelasan. Hino yakin gadis ini dapat menjawab semua pertanyaannya tentang sihir pemanggil dan mungkin lebih baik dari pada ia arus mencari tahu dari Logos atau Picsi. Tampak Roland dan para pengawalnya sedang berbincang dengan Lumier disebuah tanah lapang. Tampak cahaya siang menerangi kerusakan hutan tempat para Lycan kemarin datang. Terlihat juga beberapa pemuda sedang membetulkan caravan yang mungkin rusak dikarenakan olehnya kemarin. Genangan air di sana-sini, sisa dari es yang telah mencair. Hino sadar dialah penyebab nya. Continue reading