\\Cerita 1\Castle\part2

Kemudian terdengar suara-suara tidak jelas dari speaker-speaker yang menggaung diluar. TripleVi milik Jeft perlahan mengurangi kecepatanya. Dan tak berapa lama berhenti lagi disebuah hanggar lain didekat gedung utama, terparkir rapi mengikuti pola-pola TripleVi yang datang lebih dulu. Kemudian kelompok Jeft yang baru datang segera turun menyusul beberapa kelompok yang sudah berbaris dalam bentuk kompi-kompi kecil didepan sebuah entrance, menanti instruksi selanjutnya.

Jeft berdiri dibagian kiri barisan, disebelah kiri Spark. Tampak pula Maya disebelah kanan Spark dan Hoppy disebelah Maya. Keadaan masih terlihat ramai sebelum kemudian terdengar dari sebuah speaker diatas entrance.

“PERHATIAN!! PERHATIAN!!”

Semua anak serempak terdiam.

“KALIAN DIMINTA MENYERAHKAN DATA KALIAN KE BAGIAN DATA REGISTER RECORDING DI DALAM. KEMUDIAN KALIAN NANTI AKAN DIARAHKAN OLEH TEAM-CONSEPTOR KALIAN MASING-MASING” suara itu berhenti. Semua anak mulai kembali berbisik-bisik.

Kemudian entrance dibuka. Secara berurutan anak-anak mulai memasuki ruangan yang terlihat mirip sebuah Hall dengan tempat yang disebut dengan Data-Register-Recording (DRR) itu  disetiap sudutnya. Sesampainya didalam barisan mereka dipisah teratur oleh para staf yang sudah menunggu disana, disebar kesetiap sudut agar tidak menimbulkan antrian yang terlalu panjang. Jeft yang semula berjajar antri sebelum Hoppy dan sesudah Spark itu, kini mulai terpisah dari mereka. Jeft mengantri disebuah loket bernomor 8—satu diantara lebih dari sekitar 15 DRR yang ada disetiap sudut Hall tersebut.

“Homer Teodor, ALC 0280. Kau ke group 6” ucap petugas dari balik loket kepada seorang pemuda bongsor, dua baris didepan Jeft yang sudah menyerahkan datanya.

Kemudian maju seorang lagi kearah loket. Kali ini seorang anak laki-laki dengan tubuh jangkung atletis.

“Colnovic Himeda, ALC 0297. Kau ke group 14” ucap petugas itu lagi, setelah beberapa menit sebelumnya mengecek data yang diserahkan kepadanya.

Kemudian giliran Jeft maju menyerahkan datanya. Jeft menyerahkan Nodevtex-Card-nya (Nano Device Technology-Card)—sebuah alat berbentuk portable disc sebagai penyimpan data dalam ukuran besar yang berbasis pada Nanotech—kepetugas dibalik loket.

Setelah beberapa menit kemudian, “Jeft Rainingheat, ALC 0307. Kau ke group 17” ucap petugas itu. Dan Jeft segera mengangkat kembali rangselnya menuju group yang telah ditunjukan padanya. Jeft menuju ke satu-satunya pintu keluar yang ada disana. Kemudian ditemuinya TripelVi lain berjajar didepan situ. Terliaht sebuah tulisan besar disisi kiri dan kanan bagian body yang berbunyi ‘group’ dengan angka-angka dibelakangnya. Tampak pula anak-anak disekitar situ yang sibuk mencari-cari groupnya, atau yang sedang menati teman-temannya untuk sekedar ingin tau berada digroup mana mereka.

Setelah berjalan menyusuri sisi jalan tempat puluhan TripleVi terparkir yang memang lumayan jauh, akhirnya Jeft menemukan TripleVi yang dicarinya. TripleVi yang bertuliskan ‘group 17’ dikedua sisi body-nya.

“Hey kau juga di group 17?” tiba-tiba Spark keluar dari dalam TripleVi itu.

“Heh—Spark! Apa kau juga digroup ini?” terkejut, Jeft malah balik bertanya.

“Yeah. Senang bisa satu group denganmu. Walau aku harus berpisah dengan Maya” Spark kecewa.

“Jadi, Maya digroup mana?” tanya Jeft sedikit penasaran.

“Ia berada digroup 2”

“Apa kalian digroup 17?” Tiba-tiba pembicaraan mereka terpotong oleh suara.

Spontan Jeft dan Spark menoleh kearah suara itu berasal. “Ya!” jawab Jeft dan Spark serempak, sebelum mereka sadar siapa yang mereka ajak bicara.

“Baiklah kalau begitu. Perkenalkan namaku Onyxia. Aku juga digroup ini” Seorang gadis dengan dua buah rangsel dipundaknya—berkulit putih, berambut lurus sebahu berwarna merah kecoklatan, berpostur jenjang lengkap dengan paras cantik—sedang berdiri didepan Jeft dan Spark, sambil tersenyum ramah.

“Hey, aku Jeft” Jeft mengulurkan tangannya.

“Hey, Jeft senang berkenalan denganmu” Onyxia menjabat tangan Jeft.

“Kalau aku, kau bisa memanggilku Sprak” giliran Spark mengulurkan tangannya. “Dan aku seorang Demi, agar kau tau” tambahnya.

Onyxia mangut-mangut, kemudian menjabat tangan Spark. “Senang berkenalan denganmu Spark. Kau boleh memnggilku Onyx, dan aku seorang Meta agar kau tau juga” ucap Onyx dengan sedikit bangga. Terdengar Spark mendengus kagum, sambil mengangkat kedua alisnya. Kaum Meta ialah ras manusia yang juga berevolusi namun ditingkat psikis—karena efek radiasi Manna-Crystal tingkat tinggi terhadap tubuh manusia dalam jangka waktu lama—dikenal juga dengan manusia yang mengalami perkembang pada kapasitas penggunaan otak mereka. Bukan seperti kaum Demi yang mengalami perubahan Gen, bermutasi namun dari segi Kromosomnya. Sekilas memang kaum Meta berpostur sama persis dengan manusia pada umumnya, namun mereka memiliki kemampuan Psychic yang tidak dimiliki orang kebanyakan. Mereka memiliki ciri khusus yang membedakan mereka dengan manusia biasa, yaitu warna rambut dan warna mata mereka sama—dan jarang dari mereka yang berwarna pirang, hitam, atau coklat. Karena tampak seperti manusia pada umumnya, kaum Meta termasuk masyarakat kelas satu setara dengan manusia yang merupakan kaum mayoritas saat ini.

“Tapi setahuku…“ belum Jeft menyelesaikan ucapanya, Onyx sudah kembali menyambar.

“Aku tidak murni,” ucapnya sambil menunjuk kearah matanya yang berwarna biru bening. “Kalian taukan apa itu istilah tidak murni?” tambahnya kemudian dengan pertanyaan memastikan.

Jelas Jeft tahu apa yang dimaksud gadis itu. Meta tidak murni yang di sebut oleh Onyx itu atau sering di kenal dengan istilah Declassified Kind ini adalah karena peranakan dari darah campuran. Sangat jarang bisa menemui model seperti ini, karena meskipun banyak sekali perkawinan silang antar kaum, namun anak-anak mereka akan menurun ke salah satu jenis kaum dari orang tuanya saja, misalnya bila kaum Meta dan kaum Demi menikah, anak mereka akan mewarisi gen Meta atau Demi saja dan bukan mewarisi keduanya.

“Baru sekali ini aku melihat seorang Meta tidak murni” ucap Jeft kemudian dengan ragu-ragu kalau-kalau kata-katanya menyinggung Onyx.

“Tetap saja dia Meta” celetuk Spark.

“Benar juga” ucap Jeft malu-malu yang di respon oleh tawa kecil Onyx.

“Didalam ada satu lagi bila kamu mau tau” saut Spark kemudian. “Tapi nggak dijamin seramah Onyx” tambahnya dengan wajah sedikit kesal.

“Ah, benarkah? Kenapa kau tidak bilang didalam sudah ada orang lain” tampak Jeft lebih berantusias.

“Yeah, didalam sudah ada dua anak yang juga sedang menunggu” saut Spark mengikuti Jeft masuk kedalam TripleVi itu.

Jeft mendapati 2 anak telah berada didalam. Duduk ditempat yang berjauhan dan saling diam. Yang pertama seorang gadis yang terlihat seperti seorang Demi—berambut keemasan namun terdapat sepasang tanduk kecil menyembul diantara poni dibagian pelipisnya, memiliki model telinga yang meruncing disudut atas mirip bentuk daun—sedang duduk anggun dikursi depan. Sedangkan yang satunya adalah seorang pemuda yang jelas inilah orang Meta yang dimaksud Spark karena—selain model potongan rambutnya yang panjang nyaris terlihat seperti seorang anak perempuan, matanya aneh—warna hitam dimatanya nyaris memenuhi seluruh rongga mata. Menjadikannya semakin terlihat angker.

“Hey aku Jeft” Jeft menyodorkan tangannya kearah gadis berkaca mata yang duduk dikursi paling depan itu.

“Namaku Neuru Minerva. Salam kenal” saut gadis itu sopan dan anggun seraya menjabat tangan Jeft dengan simpel tanpa ada gerakan yang tak perlu.

“Aku Onyxia Aledra” giliran Onyx yang mengarahkan tangan ke Neuru.

“Aku Neuru Minerva. Salam kenal” hal sama dilakukan Neuru lagi.

Kemudian Jeft bergegas kebelakang untuk berkenalan dengan pemuda yang seorang Meta itu. “Hey namaku Jeft” Jeft menyodorkan tangannya kearah pemuda itu begitu ia mendekat.

Pemuda yang sedari tadi melipat tangannya didepan dada itu menatap Jeft. “Kau bisa memanggilku Marc. Aku tidak suka terlalu formal” jawab pemuda itu tanpa menyambut tangan Jeft.

Mau tak mau Jeft menarik kembali tangannya. “Senang berkenalan denganmu Marc” ucap Jeft kemudian. Kini ia tau alasan kenapa Sprak sedikit kesal saat berbicara tentang pemuda Meta ini.

“Hey, aku Onyx” tiba-tiba Onyx muncul dari belakang tubuh Jeft, sambil menyodorkan tangannya kearah Marc.

“Kau bisa memanggilku Marc” saut Marc mengacuhkan tangan Onyx yang terjulur kearahnya.

“Dia tidak suka terlalu formal” saut Jeft melihat Onyx yang bingung menatap Marc.

Dengan masih berwajah ceria Onyx menarik tangannya, kemudian duduk disebelah Marc duduk. “Kau Meta bertipe apa? Kalau aku tipe Elemental-User“ sambungnya seolah tidak pernah ada yang terjadi.

Marc sendiri menatap Onyx dengan tatapan heran setengah jengkel. Ia masih terdiam, sampai muncul dari pintu depan dengan suara gaduh.

Terlihat seorang gadis dengan tergesa membuka pintu dan masuk kedalam. “Maaf aku terlambat” gadis berambut cepak itu membungkuk-bungkuk meminta maaf. “Oya perkenalakan namaku Sabrina Sheangle. ALC 1012, salam kenal” tambahnya mengenalkan diri dengan masih terburu-buru dan terkesan ceroboh.

“Hey tenanglah kau tidak terlambat” saut Spark menenangkan. “Aku Spark, dan kau bisa duduk sekarang” tambahnya sambil melambai dari tengah-tengah ruangan.

“Aku Jeft” Jeft mengenalkan diri sambil melambai dari kursinya.

“Aku Onyxia,” Onyx juga melambai kecil kearah Sabrina “dan yang ini Marc” tambahnya sambil menunjuk kearah Marc yang duduk disebelahnya.

“Neuru Minerva. Senang berkenalan denganmu” kemudian Neuru yang berada paling depan itu mengulurkan tangannya kearah Sabrina.

“Senang berkenalan dengan mu” Sabrina menjabat tangan Neuru. “Senang berkenalan dengan kalian juga” tambahnya sebelum akhirnya duduk disebelah Neuru duduk.

Ternyata memang TripleVi ini jauh lebih kecil dari yang tadi. Karena setelah semua duduk ditempat mereka masing-masing, kini hanya tersisa 1 kursi saja—dan bisa saja itu adalah tempat untuk operator TripleVi ini—jadi menurut kesimpulan yang diambil Jeft, TripleVi ini hanya cukup untuk mereka berenam saja dan itu juga berarti setiap group mungkin hanya memiliki enam anak saja, dan kemungkinan besar mereka sudah tidak menunggu orang lain lagi. Hal itu juga didukung dengan tidak bertambahnya anggota dalam TripleVi mereka sampai terdengar suara dari speaker-speaker yang ada disekitar situ.

“PERHATIAN!! PERHATIAN!! SATU MENIT LAGI KALIAN AKAN SEGERA DIBERANGKATKAN. HARAP SEMUANYA SEGERA MASUK DALAM TRIPLEVI DIGROUP KALIAN MASING-MASING”

Suara tadi memicu kesibukan instan disekitar tempat itu. Banyak anak-anak segera berlarian masuk kedalam TripleVi mereka dengan tergesa.

Spark mulai menyusul duduk disebelah Jeft—yang sedari tadi hanya menatap keluar jendela memandang beberapa aktifitas yang dapat terlihat—setelah merlama-lama ngobrol dengan Sabrina. Sementara Onyx masih terus mendera Marc—yang kelihatan sangat jengkel dan hampir marah—dengan pertanyaan-pertanyaan, disaat bunyi-bunyi seperti dengkuran lambat terdengar perlahan-lahan dari kejauhan. Para TripleVi itu sudah mulai berangkat.

Tak berapa lama setelah TripleVi disebelah melesat menghilang, kini giliran TripleVi Jeft yang bergetar samar, melayang sedikit dipermukaan jalan, dan kemudian melesat mengikuti yang lain.

“Oya Jeft aku belum tau dari mana asalmu?” tanya Spark setelah dia benar-benar duduk disebelah Jeft.

Jeft menatap Spark dengan tersenyum, saat TripleVi mereka melaju cepat diantara High-Way menuju gedung utama. “Aku yakin kau tak akan mengenal kota ini”

ø

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s