\\CryStar Foot Note\part2

 

Buku Utpatti, bab 13 :

Era kekuasaan ras Manusia ditanah Elder

 

Lima puluh tahun yang lalu disaat ras manusia memasuki jaman puncak keemasannya, daratan tengah  Elder dihuni oleh 3 kaum besar manusia. Disisi utara ada kerajaan besar kaum Narva bernama Eugene, dan di selatan ada kerajaan-kerajaan kaum Morra,  yang terbesar dikenal dengan sebutan Bhasanta. Diantara kedua wilayah kaum itu ada berdiri kerajaan kaum Seithr, dinasti Vaelum. Yang panjang wilayahnya membentang dari barat ke timur melintasi tengah Elder. Ketiga kaum besar ini tak pernah akur satu dengan yang lain, lebih banyak dikarenakan perbedaan kaum yang mereka sandang. Meskipun sama-sama ras manusia, namun harga diri terhadap kaum mereka masing-masing membuat mereka tak dapat hidup berdampingan.

Bhasanta saat itu diperintah oleh seorang raja yang berambisi besar. Vijētā. Raja ini memiliki visi yang besar, yaitu mempersatukan seluruh daratan Elder dalam kekuasaannya. Dalam mejalankan ambisinya raja ini mulai melakukan agresi ke kerajaan-kerajaan kecil  sekitar nya. Tak butuh waktu lama kerajaan-kerajaan kecil kaum Morra lainnya dapat di taklukan dan menjadi bagian dari kekuasaannya. Hingga terbentuk sebuah perserikatan yang dikenal dengan sebutan Kerajaan serikat Morra. Namun agresi Vijētā pun tak berhenti sampai disitu. Ambisinya untuk menyatukan seluruh Elder masih terlalu dini bila hanya menguasai kerajaan-kerajaan dari kaum nya sendiri. Kemudian Bhasanta pun memulai agresinya kearah utara, ke daerah kekuasaan dinasti Vaelum.

 

Saat itu Vaelum dipimpin oleh Madhyastha, yang menurut kepercayaan kaum Seitrh adalah keturunan langsung dari dewa badai. Perlawanan pun diberikan oleh para Fulgr, kesatria sihir Seitrh. Namun meski dalam segi kekuatan prajurit kaum Seithr lebih unggul dibanding kaum Morra, namun jumlah kekuatan yang besar mampu memukul mundur kekuatan dinasti Vaelum hingga beberapa wilayah selatan dinasti ini terlepas satu per satu dan menjadi wilayah kerajaan Bhasanta.

 

Melihat hal tersebut kerajaan Eugene mulai waspada akan kemungkinan besar Bhasanta juga akan mengagresi wilayahnya. Kemudian dengan banyak pertimbangan akhirnya, Yōdhā, pemimpin dari kerajaan Eugene, menawarkan pada Vaelum untuk meminjam bantuannya dalam menghadapi Bhasanta.

Melihat Ketidak tulusan dari Yōdhā menawarkan pertolongan, membuat pihak Vaelum beranggapan kelak akan ada dampak merugikan yang berhubungan dengan bantuan Eugene ini. Dengan penuh perhitungan akhirnya pihak Vaelum mau menerimanya dengan syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat ini menyinggung kerajaan Eugene, yang kemudian membuat mereka berang. Hal itu menjadikan posisi Vaelum semakin tidak menguntungkan, karena kemudian Eugene balik menyerang dinasti ini.

Karena mendapat serangan dari dua arah seperti itu akhirnya membuat dinasti kaum Seithr ini memilih melepaskan wilayahnya dan mundur ke timur meninggalkan wilayahnya di tengah Elder untuk diperebutkan oleh kedua lawannya.

 

Dalih ‘mempertahankan diri’ yang dikatakan kerajaan Eugene, dan alasan ‘penyatuan Elder’ oleh kerajaan Bhasanta merubah peperangan menjadi perebutan kekuasaan bekas wilayah dinasti Vaelum. Dan perang besar itu terjadi selama 200 bulan.

 

Tiba-tiba disaat perang yang terjadi seolah tak ada akhirnya itu, muncul seorang penyihir bernama Ḍāyana dengan pasukannya di ujung barat daratan Elder yang kemudian dikenal dengan sebutan Sēnā jādū. Entah datang dari mana, namun secara bertahap dia dan pasukannya berhasil menguasai dengan cepat kota-kota disepanjang daerah menuju tengah Elder, tempat dimana peperangan antara Narva dan Morra itu terjadi. Dan tanpa basa-basi Ḍāyana dan pasukannya itu menyerang wilayah yang sedang diperebutkan.

 

Karena masih dalam posisi peperangan, kedua kerajaan ini tidak siap menghadapi ancaman baru dari barat itu. Kedua kerajaan itu kualahan. Ḍāyana berhasil menguasai wilayah yang selama ini menjadi perebutan itu dengan mudah. Kemudian melanjutkannya dengan menguasai bagian-bagian lain dari wilayah-wilayah kedua kerajaan itu, hingga keduanya mulai mundur ke wilayah asal mereka masing-masing.

 

Akhirnya kedua kaum yang bertikai : Morra dan Narva, sepakat untuk mengakhiri peperangan mereka dan bekerjasama, setelah Vijētā terbunuh dalam sebuah peperangan melawan Ḍāyana.

Dan karena penyihir ini begitu kuat, kedua kaum besar Morra dan Narva pun masih tak dapat menandinginya meskipun mereka bersatu. Wilayah asli mereka pun mulai jatuh satu demi satu. Keadaan tidak semakin membaik, karena Ḍāyana mulai mengincar wilayah dinasty Vaelum ditimur jauh.

 

Hingga kemudian muncul seorang Seer yang memberikan senjata untuk membunuh penyihir itu. Akhirnya ketiga pemimpin besar Narva, Morra, dan Seitrh mau menghilangkan rasa ke-kaum-an mereka dan mau menyatukan kekuatan mereka bertiga demi untuk mengalahkan Sēnā jādū. Dan kemudian terbentuklah sebuah aliansi baru. Dibantu dengan kaum-kaum kecil disekitar daratan tengah Elder yang juga anti terhadap para penyihir itu, akhirnya perlawananpun terjadi. Dengan perjuangan keras, perlahan perlawanan mereka membuahkan hasil. Satu per satu wilayah dapat mereka rebut kembali. Dan kemudian pada akhirnya Ḍāyana terbunuh oleh pengorbanan diri Yōdhā. Hal itu menghentikan semua perlawanan Sēnā jādū.

 

Peperangan panjang selama hampir 17 tahun itu akhirnya selesai. Setelah itu disetujuilah perjanjian damai antara seluruh kaum yang ada di tengah Elder. Disepakatinya wilayah-wilayah masing-masing: Wilayah tengah Elder dibagi menjadi dua, menggaris dari timur ke barat disepanjang bukit Celah Lingkar. Bekas wilayah Vaelum-WindGhoul masuk menjadi willayah Morra dan juga menjadi gerbang yang berbatasan langsung dengan kota dagang Vion, yang telah disepakati tidak akan memihak baik Morra maupun Narva. Sementara dinasti Vaelum sendiri mendapatkan wilayah di timur Elder berbatasan dengan hutan El’Abu dan reruntuhan Symirr.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s