\\Buku 1 : Kisah Musim Dingin\Bagian 4\part1

 

Bagian 4

_Kekacauan

 

 

Hino, Sophie, Winnie, dan Alice tiba disebuah lorong menuju jembatan ke arah kastil istana tengah. Dan tampaklah sebuah pintu gerbang kayu. Dibalik pintu itu terlihat jembatan antar kastil yang sisi-sisinya terbuka dan memperlihatkan suasana diluar. Tampak kobaran api dibeberapa tempat membuat langit berwarna merah. Keadaan sudah terlihat semakin kacau.

“Apa para pemberontak itu sudah berhasil menembus gerbang darat?” Hino bertanya.

“Aku tak tau, tapi kita harus cepat” teriak Sophie dari belakang.

Namun tiba-tiba sebuah bola api raksasa meluncur kearah jembatan itu. Tepat kearah Hino dan yang lainnya berada.

Karena sudah tak memungkinkan untuk menghindar Hino segera menatap kearah Sophie “Soph, selamatkan mereka!” ucapnya kemudian seraya segera berlari maju secepatnya.

Dan segera Sophie dengan cekatan merangkul Winnie dan Alice dan melompat lincah kebelakang berlindung.

Bola api itu menghantam jalanan tepat dibelakang Hino berlari. Dan kurang beruntung, bola api raksasa itu merobohkan jembatan tersebut.

“Hino, awas!” teriak Winnie saat melihat lantai pijakan Hino mulai berjatuhan.

Belum sampai di ujung jembatan, Hino pun ikut terjatuh dari ketinggian ribuan kaki bersama kepingan-kepingan batu jembatan itu kebawah. Sedang Sophie dan Winnie tak mampu berbuat apapun melihat hal ini selain berusaha berlindung dari bola-bola api raksasa yang dilontarkan dari katapul-katapul diluar istana yang terus berdatangan menghantam membabi buta.

Namun terlihat dari kejauhan seekor Hurracun melesat cepat menuju kearah Hino yang terjatuh. Dan dengan cepat menangkapnya. Terlihat Noa duduk diatas punggung Hurracun tersebut dan ia berhasil menangkap Hino.

“Kau baik-baik saja tuan Hino?” tanya Noa kemudian.

“Aku baik-baik saja” jawab Hino seraya mencoba duduk dibelakang Noa, diatas burung raksasa itu. Tampak ia mencoba mengembalikan alur nafasnya.

“Apa putri baik-baik saja?” tanya Noa seraya mengendalikan Hurracunnya berputar melakukan manuver-manuver tajam menghindari serangan panah-panah api yang datang dari berbagai arah.

“Kurasa dia akan baik-baik saja bersama dua temanku itu” jawab Hino mencoba meyakinkan.

“Getzja dan seorang Healer itu?” tanya Noa yang dijawab Hino dengan anggukan.

Terlihat hampir disebagian langit diatas kastil WindGhoul dipenuhi oleh elang-elang raksasa yang saling bertarung satu sama lain.

Noa terlihat cekatan dalam mengendalikan Hurracun nya. Ia dengan mudah menghindari serangan dari bawah dan dari Hurracun lainnya, ketika hendak menuju ke salah satu tempat terbuka untuk menurunkan Hino.

“Cari tempat yang aman, dan tolong lindungi putri” ucap Noa saat ia sudah menurunkan Hino disebuah tempat landai ditingkat ke lima belas di kastil selatan.

“Baiklah, jendral” jawab Hino singkat sebelum berlari masuk kedalam kastil.

Hino segera mencari Sophie, Winnie, dan Alice. Ia berlari menyusuri lorong-lorong kastil selatan itu. Terakhir kali para gadis itu kembali ke kastil utara. Berarti ia harus menuju ke kastil istana ditengah agar dengan mudah sampai di sisi kastil yang ia maksud.

Sementara Sophie, Winnie, dan Alice sudah berada ditempat yang aman disalah satu tempat didalam kastil utara.

“Apa dia akan baik-baik saja?” tampak Winnie kuatir akan keselamatan Hino.

“Tenanglah ia baik-baik saja” ucap Sophie, “aku yakin Hurracun yang menangkapnya tadi bukan musuh” tambahnya.

Sementara Alice hanya mampu menangis tanpa suara, tampak air matanya berjatuhan.

“Tenanglah, semua akan baik-baik saja” Winnie mencoba memeluk dan menghapus air mata Alice untuk menenangkan gadis itu.

“Baiklah, ayo kita segera pergi dari sini. Kita harus segera keluar dari tempat ini” Sophie menyarankan.

Sementara Hino yang sedang mencari ketiga gadis itu berpapasan dengan Roland yang tampak juga sedang menyelamatkan diri. Tampak pula tiga pengawal pribadinya.

“Hino!” terlihat Roland setengah terkejut mendapati Hino. “Apa yang sedang terjadi? Diluar tampak kacau sekali?” tanyanya kemudian.

“Ini penyerangan, Istana diserang. Ayo kita harus mencari Alice, dan segera melarikan diri ketempat yang aman” jawab Hino sambil kembali berlari.

Roland mengikuti dibelakang Hino bersama para pengawalnya, “Alice?! Dimana dia sekarang?” tanyanya kemudian.

“Bersama kedua temanku”

“Apa sekarang WindGhoul sedang dikudeta? Apa karena masalah sayembara tadi? Aku berencana untuk menolak kemenangan itu”

“Simpan dulu pertanyaan serta keluh kesahmu itu sampai kita bisa selamat keluar dari masalah ini” saut Hino.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s